Fun Institute for Merapi


FUN INSTITUTE sudah lama dipikirkan dan diimpikan oleh pencetusnya Sigit Hariyo Seno atau dikenal juga dengan Oom Imot. Awalnya FUN INSTITUTE direncanakan sebagai lembaga yang bergerak di bidang pelatihan fun learning dan kreatifitas. Nilai dasarnya tentu Fun, Kreatif, dan berbasis komunitas pembelajar. Gagal melembaga karena kesulitan merumuskan konsep awalnya maka FUN INTITUTE sempat hanya jadi wacana alias terkatung katung tidak digarap.

Dan meletuslah Gunung Merapi. Oom Imot beserta team awalnya yang terdiri dari Oom Imot, Henry Arkan, Yusuf Sinaga, bertekad melakukan sesuatu untuk membantu korban Gunung Merapi. Mengingat keterbatasan sumber daya dan kemampuan, maka team awal memutuskan untuk melakukan pendampingan terhadap anak-anak pengungsi gunung merapi di barak barak. Konsep awalnya hanya bermain main sekaligus belajar, tak lebih dan tak kurang. Kita tidak berani menamakan itu trauma healing karena merasa tidak kompeten melakukan hal itu, meskipun Henry Arkan sudah punya pengalaman melakukan program psiko sosial waktu gempa Padang Pariaman.

Kondisi di lapangan yang ternyata cukup menyulitkan ketika team bergerak sendiri tanpa bendera dan juga mengingat kepentingan jangka panjang, maka Henry Arkan mengusulkan agar Oom Imot justru menggunakan nama yang dulu sempat dicita citakan yaitu FUN INSTITUTE untuk kegiatan itu. Kebetulan juga ada kesamaan visi, akhirnya diputuskan: why not? Maka berdirilah FUN INSTITUTE (for merapi). Perumusan konsep dan tetek bengek organisasi justru bisa sambil jalan, yang penting FUN INSTITUTE sudah take action lebih dulu memdampingi anak-anak. Terus terang kita masih belum merumuskan ke depan FUN INSTITUTE akan menjadi yayasan,atau justru lembaga bisnis,atau bisa jadi justru organisasi sosial yang punya sayap bisnis untuk mendukung kegiatannya.Atapun kalaupun ini akan menjadi organisasi bisnis muatan sosialnya harus lebih kental dibanding hitung hitungan kapitalis

FUN INSTITUTE (for Merapi) numpang berposko di kantor Lusy Laksita Broadcasting School. Makasih mami Lusi. Fun Volunteer (relawan FUN INSTITUTE) awalnya hanya teman teman nongkrong dan terdiri dari berbagai macam latar belakang yang berbeda. Prinsipnya kita untuk relawan adalah everybody welcome. Dan FUN INSTITUTE akan membuka kerjasama sebesar besarnya buat berbagai macam pihak selama demi kepentingan korban Merapi.

Selain pendampingan anak anak, FUN INSTITUTE juga menyalurkan distribusi bantuan juga, tapi khusus keperluan bayi, yaitu dengan tema "Save the Baby".

Kegiatan FUN INSTITUTE (for merapi):
1. Mengorganisir, memberi pengayaan para Fun Volunteer (relawan Fun Institute)
2. Fun Sadness Healing buat anak anak di beberapa posko Klaten dan Sleman (menyusul Muntilan)
3. Fun Distribusi keperluan bayi (save the baby) di beberapa posko Klaten, Muntilan dan Sleman
4. Fun Raising (Fund raising ala Fun Institute, we raise fun not only money)

Yang baru dikonsep adalah :
1. Club tawa untuk pengungsi segala umur dan relawan-relawan pendamping posko.
2. Program pelatihan manajemen barak pengungsi.
3. Kampanye relawan "Fun ears to hear and warm heart to feel" untuk pendampingan pengungsi yang dewasa.
4. Pembenahan artistik manajemen informasi di barak barak pengungsi.

FUN INSTITUTE ke depan baik di masa tak ada bencana ataupun ada bencana akan selalu:
1. Mensosialisasikan Fun learning ke sekolah-sekolah, komunitas, maupun lembaga bisnis.
2. Menciptakan masyarakat kreatif Indonesia yang berkepedulian sosial.
3. Akan selalu turun aktif membantu di daerah-daerah bencana dengan pendekatan yang fun dan kreatif.